Wow, Junk Food Rusak Pembuluh Darah dalam Dua Jam!

Bookmark and Share


Anda penggemar makanan cepat saji alias junk food? Berapa kali anda mengkonsumsi junk food dalam sepekan? Tanpa anda sadari, setiap satu kali anda mengkonsumsi makanan cepat saji, maka sedikit demi sedikit pembuluh darah anda yang panjangnya mencapai 96.540 kilometer (km) rusak dalam waktu dua jam kemudian.
Hasil tersebut merupakan studi yang dilak

ukan di Kanada oleh the Montreal Heart Institute's EPIC Center dan The Libin Cardiovascular Institute of Alberta. Studi itu diujicobakan kepada 28 orang partisipan laki-laki yang bukan pecandu rokok. Mereka diberikan dua menu makanan yang berbeda.
Menu pertama bergaya diet Mediterania. Mereka diminta mengkonsumsi menu makanan, seperti ikan salmon, kacang almond, dan sayuran yang dimasak dalam minyak zaitun. Hanya setengah dari makanan itu yang mengandung lemak, terutama lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda.
Sepekan kemudian, seluruh partisipan itu diberikan menu kedua. Jenis makanannya sama dengan menu sarapan makanan cepat saji, seperti sandwich, ayam goreng, sosis, telur, sepotong keju, dan tiga kentang goreng. Menu kedua ini penuh dengan lemak jenuh, dan tidak mengandung lemak omega-3.
Setiap selesai mengkonsumsi satu menu makanan, partisipan akan dipancing dengan suara ultrasound untuk memantau bagaimana pembuluh darah mereka bereaksi terhadap jenis makanan yang mereka makan. Kepala peneliti dari Montreal University, dr Anil Nigam, menemukan hasil bahwa setelah dua jam, pembuluh darah seluruh peserta melebar 24 persen dari ukuran normal setelah memakan menu kedua (yang sama dengan menu cepat saji).
"Diet ala Mediterania sangat bermanfaat bagi individu dengan kadar trigliserida tinggi, misalnya pasien dengan sindrom metabolik. Itu bisa menjaga kesehatan pembuluh darahnya," kata Nigam seperti dikutip dari CTV News, Kamis (1/11). Seluruh makanan cepat saji dapat merusak pembuluh darah.
Hasil lainnya menunjukkan setelah makan sandwich yang mengandung 900 kalori dan 50 gram lemak, kemampuan arteri untuk mengalirkan darah, saat seseorang berada di bawah tekanan, menurun 15-20 persen. Anggota tim peneliti, dr Todd Anderson, mengatakan jika kapasitas arteri untuk meningkatkan aliran darah, saat perasaan seseorang berada di bawah tekanan, menurun maka dapat mendatangkan kondisi kronis bagi tubuh. Misalnya peningkatan risiko serangan jantung dan stroke.
"Kita harus berpikir lebih lanjut tentang makanan apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita," kata Anderson. Ia memaparkan makanan yang dibeli di luar rumah memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan berat badan dan penyakit kronis. 

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar