Terapi-terapi yang Kontroversial di Indonesia

Bookmark and Share

Bagi sebagian orang, berobat ke dokter dianggap mahal dan belum tentu sembuh sehingga banyak yang berpaling ke alternatif. Tidak heran, dari masa ke masa banyak bermunculan berbagai jenis terapi alternatif meski sebagian masih kontroversial karena tidak teruji keamanan maupun kemanjurannya.
undefined
Seorang ahli kimia radiasi dari Universitas Padjajaran, Dr Gretha Zahar (insert) memperkenalkan terapi yang kontroversial yakni hembusan asap rokok untuk mengatasi penyakit paru-paru kronis yakni emphysema. Dikatakan kontroversial sebab berbagai penelitian justru membuktikan asap rokok sebagai faktor risiko emphysema maupun kanker paru-paru.
Bagi sebagian orang, berobat ke dokter dianggap mahal dan belum tentu sembuh sehingga banyak yang berpaling ke alternatif. Tidak heran, dari masa ke masa banyak bermunculan berbagai jenis terapi alternatif meski sebagian masih kontroversial karena tidak teruji keamanan maupun kemanjurannya.

Bagi sebagian orang, berobat ke dokter dianggap mahal dan belum tentu sembuh sehingga banyak yang berpaling ke alternatif. Tidak heran, dari masa ke masa banyak bermunculan berbagai jenis terapi alternatif meski sebagian masih kontroversial karena tidak teruji keamanan maupun kemanjurannya.
undefined
Klinik Tong Fang yang terletak di Kelapa Gading, Jakarta Utara ini tidak beda dari klinik herbal tradisional China (TCM atau Traditional Chinese Medicine) lainnya. Yang membuatnya kontroversial adalah iklan klinik Tong Fang di media, yang dianggap berlebihan dan akhirnya jadi guyonan di jejaring sosial seperti Twitter bahkan mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)

Bagi sebagian orang, berobat ke dokter dianggap mahal dan belum tentu sembuh sehingga banyak yang berpaling ke alternatif. Tidak heran, dari masa ke masa banyak bermunculan berbagai jenis terapi alternatif meski sebagian masih kontroversial karena tidak teruji keamanan maupun kemanjurannya. 
undefined
Pertengahan tahun 2011, media massa heboh memberitakan terapi listrik di Rawa Buaya, Jakarta Barat. Terapi yang memanfaatkan aliran listrik di sepanjang lintasan kereta api ini dipercaya bisa menyembuhkan stroke dan sakit jantung, namun tidak dianjurkan oleh para dokter karena tidak terjamin keamanannya.

Bagi sebagian orang, berobat ke dokter dianggap mahal dan belum tentu sembuh sehingga banyak yang berpaling ke alternatif. Tidak heran, dari masa ke masa banyak bermunculan berbagai jenis terapi alternatif meski sebagian masih kontroversial karena tidak teruji keamanan maupun kemanjurannya. 
undefined
On Clinic merupakan klinik kesehatan seksual yang terapinya dilakukan oleh dokter dengan metode-metode ilmiah. Tidak ada yang kontroversial dari praktik yang dijalankannya, hanya saja iklannya yang dibintangi Ikang Fawzi membuat On Clinic begitu fenomenal dan senasib dengan Klinik Tong Fang yakni jadi lelucon di jejaring sosial.

Bagi sebagian orang, berobat ke dokter dianggap mahal dan belum tentu sembuh sehingga banyak yang berpaling ke alternatif. Tidak heran, dari masa ke masa banyak bermunculan berbagai jenis terapi alternatif meski sebagian masih kontroversial karena tidak teruji keamanan maupun kemanjurannya. 
Ponari, bocah asal Jombang, Jawa Timur mendadak tenar berkat sebuah batu yang disebut-sebut punya kekuatan gaib. Ketika baru itu dicelupkan air, maka airnya bgisa menyembuhkan segala macam penyakit mulai dari asam urat hingga stroke. Praktik dukun cilik Ponari jadi fenomenal karena meski tidak memiliki basis ilmiah, antrean pasiennya begitu banyak

Bagi sebagian orang, berobat ke dokter dianggap mahal dan belum tentu sembuh sehingga banyak yang berpaling ke alternatif. Tidak heran, dari masa ke masa banyak bermunculan berbagai jenis terapi alternatif meski sebagian masih kontroversial karena tidak teruji keamanan maupun kemanjurannya. 
undefined
Bisa dibilang, Mak Erot merupakan terapi alternatif paling legendaris di Indonesia karena konon sudah ada sejak zaman penjajahan Jepang. Mak Erot yang jago memperbesar ukuran alat vital ini memang sudah meninggal, namun beberapa orang yang mengaku keturunannya terus melanjutkan praktik tersebut misalnya H Syaefulloh yang berpraktik di Kebon Sirih, Jakarta Pusat
sumber

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar