Menjadi Mandiri, Percaya Diri, dan Berani

Bookmark and Share
Perempuan pehobi traveling, Enda, 29, mengakui tidak selamanya perjalanan berjalan mulus. Karyawati honorer di instansi pemerintah itu pernah mengalami pengalaman buruk dalam perjalanannya berkeliling Eropa beberapa waktu lalu.



Saat itu Enda berada di Italia. Ia dirampok. Tas yang berisi uang, komputer tablet, dan kamera raib. Sejak itu pula Enda sadar bahwa tidak semua negara itu aman, negara maju sekalipun. Tidak hanya itu. Enda juga pernah hampir menjadi korban penculikan. Kala itu, kisahnya, perempuan lajang itu tengah berada di Bukit Michaelangelo, Italia. Setelah menikmati panorama Kota Florence disana, Enda berjalan kaki untuk kembali ke hotel tempat dia menginap. Tiba - tiba sebuah mobil berhenti di depannya. Orang di dalam mobil memaksa ia untuk masuk.

Enda beruntung. Aksi itu mengundang perhatian warga sekitar dan dia mendapat bantuan. "Untungnya ada yang nolongin aku. Sejujurnya, aku sempat trauma dan langsung ingin pulang ke Indonesia," kenangnya. Tapi niat itu ia urungkan dengan tekad untuk lebih waspada. Enda menyarankan agar perempuan yang berhobi traveling seorang diri selalu waspada. "Kita juga perlu lebih percaya diri, ramah kepada masyarakat lokal, dan harus bawa peta kemanapun kita pergi," dia mengatakan.

Dwi Retno Indriati, 29, yang juga kerap bepergian seorang diri, memandang kegiatan traveling, apalagi seorang diri, mengembangkan kemandirian perempuan. "Kita harus siap mental dan fisik karena segala kendala harus dicari jalan keluarnya sendiri," kata dia. Adapun bagi Stephany Josephine Agnes, 25, yang biasa dipanggil Teppy, bepergian, apalagi seorang diri, bukan sekedar hobi bagi perempuan. Bepergian juga merupakan salah satu cara untuk memberanikan diri.

Persiapan, kata dia, haruslah matang. "Selalu berhati - hati dan berdoa. Bawa barang yang diperlukan, jaga tingkah laku, dan jangan takut untuk berkomunikasi dengan orang lokal," sarannya. Yang penting lagi, ditambahkan Teppy, tumbuhkan selalu jiwa petualang agar tidak hilang. "Kalau jiwa petualang kita hilang, kita akan selalu takut kemana - mana," tutur dia.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar