PROFIL-Sang Taipan Properti yang Memulai Kerajaannya Tanpa Modal

Bookmark and Share

Senin, 3 September 2012 - 15:48 wib
R Ghita Intan Permatasari - Okezone
detail
Ciputra. (Foto: Rifa Nadia/Okezone)
enlarge this image

Ada yang bilang jika seseorang ingin memulai sebuah usaha diperlukan modal atau uang yang besar. Siapa bilang? Tanpa modal sepeser pun Anda tetap dapat memulai merintis usaha dan bukan tidak mungkin usaha tersebut perlahan namun pasti bisa merangkak naik sehingga menciptakan kerajaan bisnis yang luar biasa.

Adalah Ir. Ciputra yang berhasil melakukan hal tersebut. Pria berumur 81 tahun memulai kerajaan bisnisnya tanpa modal sepeser pun.

"Saya mulai usaha saya tanpa modal, kamu tahu yang penting itu bukanlah modal. Namun inovasi," ungkapnya kepada wartawan, di Gedung BI, Jakarta, Senin (3/9/2012).

Salah satu pengusaha sukses nasional yang kerap dipanggil Pak Cik ini berujar, dirinya dapat mempertahankan kesuksesan kerajaan bisnisnya hingga dapat bertahan sampai saat ini dirinya selalu membuat inovasi tiada henti.

"Inovasi jalan terus, sudah 11 perusahaan, saya go public, ada pegawai 15 ribu. Saya bayar pajak triliunan. Ketika inovasi saya ditiru orang, maka ciptakan inovasi lagi. Setiap bangun saya selalu mikir inovasi apa yang harus lakukan," ungkap pria kelahiran, Parigi, Sulawesi Tengah ini.

"Misalnya saya bangun rumah, tapi ketika saya membangun rumah itu mesti lain daripada orang lain yang bangun rumah juga, lalu ketika saya bangun toko, toko itu mesti lain daripada toko orang lain," tuturnya.

Ciputra yang lahir dengan nama Tjie Tjin Hoan ini sangat ingin menyebarkan virus kewirausahaan di Indonesia. Menurutnya dengan jumlah penduduk di Indonesisa yang cukup banyak saat ini, potensi untuk lahir bibit-bibit baru entrepreneurship sangatlah besar. Bahkan menurutnya, mata pelajaran kewirausahaan harus dimulai sejak bangku taman kanak-kanak.

"Pendidikan entrepreneurship, harus dimulai dari TK. Harus diajarkan mindset kewirausahaan. Jadinya otak sebelah kiri itu juga diimbangi dengan kinerja otak sebelah kanan. Jadi jangan hanya menghapal saja, dari saya kecil telah melakukannya," ungkap pria kelahiran 24 Agustus 1931 yang lalu ini.

Perbanyak Praktek Bukan Teori

Kebanyakan sekolah-sekolah yang ada di Indonesia lebih banyak menggunakan teori dibandingkan praktek di lapangan. Namun, menurut Ciputra, hal tersebut tidak akan berhasil untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di Indonesia yang relatif masih rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.

"Misalnya kalau di Universitas Ciputra ada waktu, satu hari full untuk mempraktekan apa yang dipelajari selama empat hari dalam seminggu. Kita di Universitas Ciputra mempelajari teori terus dari pertama dan kemudian sosialisasinya atau praktek nyatanya di lapangan," katanya.

Dia pun selalu berusaha untuk menanamkan wirausaha sedari kecil yaitu dengan cara yang cukup sederhana yakni dengan bertanya apa yang anak kecil tersebut mau. Sehingga dari jawaban anak kecil tersebut secara tidak sadar lahirlah sebuah inovasi.

"Seperti begini kita ajak anak, umur empat tahun untuk pergi ke mal. Kemudian saya tanya, mal yang mana kamu suka, dia mulai berpikir kalau tidak hanya merengek-rengek pergi ke restoran kemudian waktu makan, kue mana yang kamu suka. Lalu misalnya anak itu mau kue, kue mana yang kamu pilih. Itu sudah kreatif kan. Ajukan pertanyaan yang memberikan dia inspirasi," ungkap pria lulusan Intstitute Teknologi Bandung (ITB) jurusan Arstitektur tersebut.

"Lalu ada lagi misalnya suruh anak-anak bikin kue di rumah dan jual terus ikut bazar. Setiap seminggu sekali bikin bazar, tahu cukup jual ke tetangga. Dimulai dari hal-hal kecil saja," tukasnya.

Maka dari itu, dirinya selalu berujar agar tingkat kewirausahaan di Indonesia haruslah dibangun dan dikembangkan dengan baik, karena terdapat potensi didalamnya, yaitu jumlah penduduk Indonesia yang super duper banyak.

"Indonesia ada 30 persen penduduknya punya bakat dan keinginan, dan kepercayaan diri yang sudah ada. Nah, bahan bakunya kita tinggal kasih apinya maka dia akan berkembang luar biasa. Kamu bayangkan 30 persen dari 240 juta orang itu berapa itu, 70 juta lebih, dan sekarang entrepreneur di Indonesia baru satu persen saja," ungkap raja bisnis properti tersebut.

Pria yang merupakan salah satu raja bisnis propertidi Indonesia ini yang kini mempunyai lini usaha Jaya grup, Metropolitan grup, dan Ciputra grup ini berpesan bahwa untuk untuk menjadi pengusaha sukses sperti dirinya selain diperlukan mental yang tangguh, seorang pengusaha juga harus mempunyai sebuah daya tarik.

"Dia mesti punya daya tarik, agar kelak usahanya dapat menguntungkan. Jadi kamu tulis 100 jenis usaha, kemudian kamu reduce hingga 30 dengan disediakan alasannya. Kemudian tiga, kamu pilih. Lalu pelajari dulu, dan lakukan analisa pasar. Apa yang sedang booming di masyarakat pada saat ini," ucapnya.

Selalu Menjaga Kesehatan

Di usia yang sudah terbilang tua dan sudah pensiun ini, Ciputra masih terlihat bugar dan cukup sibuk. Dia pun mempunyai cara jitu untuk menjaga kesehatan, yaitu dengan melakukan berbagai olahraga yang tekun dijalaninya setiap hari seperti jalan kaki, berenang dan juga melakukan tai chi.

"Saya lakukan itu setiap hari, tapi ganti-ganti," singkatnya.

Selain menjaga kesehatan, dirinya pun tidak lupa untuk selalu menyebarkan virus kewirausahaan ke seluruh Indonesia dengan cara menjadi mentor di beberapa grup yang dimilikinya.

"Saya masih jadi mentor di tiga grup yang saya bangun. Yaitu Jaya grup, Metropolitan grup, dan Ciputra grup. dan dari semua itu sebanyak 11 perusahaan yang sudah go public," tutupnya. (ade)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar