PERTAHANAN-TNI Rebut Kembali Natuna

Bookmark and Share

Oleh: Haluan Kepri
Senin, 3 September 2012, 03:10 WIB

INILAH.COM, Ranai - Pasukan TNI akhirnya berhasil merebut kembali Natuna, Kepri. Sebanyak 3.000 personil dan didukung peralatan tempur darat, laut dan udara.

Demikian disampaikan Komandan Resort Militer 033 Wira Pratama Kepulauan Riau (Kepri) Brigjen Deni K Irawan, Minggu (2/9/2012) di Ranai.

Deni mengatakan, pengerahan ribuan pasukan TNI itu merupakan latihan gabungan (Latgab) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) di Ranai, 3-8 September 2012.

Personil TNI yang diturunkan berasal dari TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Adapun Alat utama sistem persenjataan utama (Alutsista) yang dilibatkan dalam PRRC, diantaranya lima kapal perang (KRI), empat pesawat tempur Hawk, lima pesawat Hercules C-130, satu pesawat CN-235, dua helikopter SA-332 dan satu BTP Marinir.

Dalam skenerio latihan, Ranai, Natuna tengah mendapat ancaman musuh dari luar. Dalam rangka menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), 3.000 pasukan langsung diterjunkan untuk menguasai Natuna kembali dari ancaman musuh.

Memang ditargetkan, Natuna dikuasai dalam waktu sesingkat-singkatnya. Semua kekuatan tempur yang tergabung dalam Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) siap memukul mundur musuh.

Tiga kapal perang, ribuan senapan, tank-tank tempur dan delapan pesawat Hercules siap bergerak ke Natuna sebagai sasaran.

Sabtu (1/9/2012) dini hari, pukul 02.00 WIB, aksi menguasai Natuna sudah dimulai. Sebuah pesawat Hercules terbang di langit Ranai. Pesawat itu berputar-putar 10 kali. Muncul tenggalan di Gunung Ranai.

Selanjutnya, raungan pesawat senyap terdengar. Tidak beberapa lama kemudian, lampu di Ranai padam total. Ada sekitar 15 menit. Selanjutnya, terdengar raungan pesawat Hercules kembali ke Ranai di tengah kegelapan malam tersebut.

Menurut Deni, aksi ini merupakan penerjunan 41 personil. Mereka adalah para personil yang akan menyiapkan pasukan dan peralatan tempur sebelum latihan.

"Mereka terjun sekitar pukul 02.00 WIB, dini hari, Sabtu (1/9/2012) di Bandar Udara Pangkalan Angkatan Udara, Ranai. Mereka bertugas menyiapkan pasukan dan alutsista yang dipakai dalam latihan," kata Deni.

Selanjutnya, kata dia, dua pasukan dari IPAM (intai para amfibi) dan KADOL (kelompok depan operasi lintas udara) menyusul akan terjun di Ranai.

Sebanyak 16 personil intai para amfibi, lanjut Deni, akan terjun di Pantai Sengiap. Mereka dibawa dari Bandara Pontianak bersama Pesawat TNI, Hercules. Selanjutnya 25 personil kelompok depan operasi lintas udara terjun di Kodim Natuna.

Kata Deni, IPAM sendiri bertugas mempersiapakan area pantai bagi pasukan marinir dan amfibi serta berbagai alutsista yang akan pergunakan dalam pelatihan tersebut. Sementara KDOL betugas mempersiapkan penerjunan dan pasukan infantari

Ditambahkan Danrem, latihan operasi penindakan untuk pemilihan keamanan Natuna ini dalam rangka menguji keterampilan satuan PPRC. Terutama dalam melakukan tindakan awal terhadap sasaran sesuai dengan rencana operasi.

Panglima TNI, Laksamana TNI Agus Suhartono kata Deni, akan hadir bersama rombongan di Natuna pada Selasa (4/9/2012). Panglima meninjauan prosesi pelatihan tersebut.

Kata pria bintang satu ini, sebelumnya, pada Jumat (31/8/2012) sore pihaknya sudah melakukan ramah tamah dan doa bersama tokoh masayarakat dan tokoh agama di Masjid Jami, Ranai. Tujuannya, agar latihan ini berjalan lancar dan sesuai harapan. [gus]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar