PERTAHANAN-Terduga Teroris Farhan Berdarah Biru

Bookmark and Share

Senin, 3 September 2012 - 16:04 wib
Susi Fatimah - Okezone
detail
Ilustrasi (Okezone)
enlarge this image

JAKARTA - Ketua Badan Penanggulangan Teroris (BNPT) Ansyad Mbai menegaskan bahwa Farhan, salah satu teroris yang ditembak mati oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 di Solo, Jawa Tengah pada Jumat, 31 Agustus lalu, berasal dari golongan darah biru.

"Yang jelas Farhan ini darah biru," ujar Ansyad usai menghadiri pelantikan duta besar RI di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Senin (3/9/2012).


“Kalian tahu, bapaknya Farhan itu Suhartono yang menyerang Matori tahun 1999. Dia mati dihakimi tukang ojek. Kemudian, mamanya kawin sama Abu Umar yang tahun lalu sudah ditangkap. Tahu kan Abu Umar? Yang menyelundupkan senjata di Filipina.
Nah, Farhan ini yang bawa senjata dari Filipina ke Indonesia sama si Abu Umar itu,” Ansyad menjelaskan.

Menurut Ansyad, alasan kelompok teroris melakukan penembakan ke pos polisi lantaran polisi dianggap menghambat tujuan mereka.

Lebih lanjut Ansyad membantah bahwa tindakan yang dilakukan Densus 88 merupakan rekayasa.

"Ya ini kan diikuti sudah bulanan. Terlalu kejam, fitnah rekayasa. Polisi sudah tewas gitu masih rekayasa, gimana sih," ketusnya.

Kata Ansyad, Farhan dan Mukhsin bukan merupakan kelompok teroris baru. "Jaringannya itu-itu juga. Komandonya tetap (JAT). Jaringanya kuat. Masih kuat. Komandannya masih berkoar-koar," tuturnya.

Seperti yang diberitakan, dalam baku tembak antara Densus 88 dengan terduga teroris, dua terduga teroris tewas, yakni Farhan dan Mukhlis. Sementara seorang anggota Densus 88 tewas bernama Bripda Suherman. Pihak Densus menangkap seorang terduga teroris lainnya, yakni Bayu di Karanganyar, Jawa Tengah.
(ydh)

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar