PERTAHANAN-Operasi Khusus di Solo Bisa Libatkan TNI-Polri

Bookmark and Share

Oleh: Agus Rahmat
Senin, 3 September 2012, 05:15 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Kembali mencuatnya aksi-aksi terorisme di Solo Jawa Tengah, mendorong usulan dilakukan operasi khusus. Keterlibatan TNI dan Polri bisa dilakukan jika memang dibutuhkan.

Demikian yang dikatakan oleh anggota Komisi I DPR (membidangi pertahanan keamanan, luar negeri, kominfo) Ahmad Muzani.

"Kejadiannya berulang kali, perlu operasi khusus untuk mencegah terjadinya (aksi terorisme, red)," kata Muzani di Jakarta, Senin (3/9/2012).

Muzani yang juga menjabat sebagai Sekjen DPP Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini mengaku kalau upaya ini juga sebagai bentuk antispasi daerah-daerah lain.

Sebab, tidak menutup kemungkinan kasus serupa yang terjadi di Solo ini bisa juga terjadi di daerah lainnya.

"Juga mencegah agar tidak merambat ke mana-mana," terangnya.

Menurut dia, jika hal ini dilakukan, maka perlu diatur strategi dan taktiknya. Tidak lantas dengan adanya operasi khusus harus menambah jumlah pasukan.
"Tergantung pada BIN. Operasi khusus tidak identik dengan gelar pasukan besar-besaran," katanya.

Lebih lanjut, rentetan kejadian di Solo tersebut menurutnya karena terjadinya ketidak sepahaman antar aparat. Apakah itu dalam kapasitas inteligen ataukah aparat kepolisian sebagai eksekutor, bisa saja terjadi.

"Bisa jadi BIN berikan informasi tapi tak ditangkap oleh kepolisian. Bisa sebaliknya, BIN tidak memberikan informasi terkait sinyal adanya terorisme. Jadi semua perlu ditingkatkan," katanya.

Kepolisian diminta untuk fokus. Tidak terjebak pada isu sektorial apalagi mengaitkan masalah ini dengan persoalan agama. Muzani melihat, ini murni sebagai kriminal yaitu terorisme.

"Kita tidak boleh lengah, selalu siap. Sebab ini bukan persoalan agama. Ini teroris dan nyata adanya," pungkasnya. [gus]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar