PERTAHANAN-Cocok di Perbatasan, 4 Unit di Lanud Abdurrahman Saleh Pesawat Tempur Super Tucano Tiba di Malang

Bookmark and Share

Minggu, 02 September 2012 14:37:43 WIB
Reporter : Brama Yoga Kiswara

Malang (beritajatim.com)--Pimpinan daerah di Malang Raya turut menyambut kedatangan 4 pesawat tempur Super Tucano, Minggu (2/9/2012). Sekitar pukul 11.00 WIB, 4 pesawat buatan embraer di Brazil itu akhirnya mendarat mulus di Lanud Abdurahman Saleh, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Ketiga kepala daerah itu masing-masing Walikota Batu Eddy Rumpoko, Walikota Malang Peni Suparto dan Bupati Malang Rendra Kresna. Hadir pula menyambut Super Tucano yakni Marsekal Muda TNI Agus Supriatna, Pangkoops AU II Makassar didampingi Danlanud Abd Saleh, Malang, Marsekal Pertama TNI Gutomo serta pejabat militer setingkat Danrem, Danramil dan Kepolisian se-Malang Raya.

Sebelum mendarat, empat pesawat buatan Brazil itu menunjukkan aksinya. Dikawal pesawat Hercules, atraksi menjadi decak kagum sejumlah undangan. Selepas itu, para pilot langsung disambut tarian di depan hanggar yang dulunya ditempati pesawat Oviten 10 Bronco.

Ke 4 Super Tucano yang tiba di Skuadron 21 Abd Saleh Malang siang ini diploti Kapten Almir Sumar De Azevedo, Kapten Carlos Moreira Chaster, Kapten Airton Manoel Rodrigues, dan Kapten William Souza.

Pada wartawan, Agus Supriatna, Pangkoops AU II mengatakan bahwa pesawat Super Tucano itu untuk membantu operasi di darat maupun di laut. "Pada 17 September mendatang, baru akan akan diserahkan secara resmi ke negara atau ke pihak TNI AU," katanya.

Saat ini, kata dia, baru ada 4 unit pesawat yang tiba di Indonesia. Totalnya ada 16 pesawat. Adanya hubungan baik dengan Brazil, pada akhir tahun depan sisa Super Tucano bisa selesai dan tiba di Indonesia dengan selamat.

Agus Supriatna melanjutkan, di tingkat Asean, baru Indonesia yang memakainya. "Negara di Asean baru Indonesia. Kalau di Amerika Latin, sudah lama pakai pesawat ini,"paparnya.

Saat ditanya keunggulan dari Super Tacano ini, katanya, punya jelajah jangkauan luar biasa. Contohnya, kalau dari Malang membawa bom atau alat tempur, bisa kuat sampai ke Balikpapan. Dan pesawat ini bisa membawa 6 bom sekaligus.

"Kita taruh di Skuadron 21 karena perawatan dan hanggarnya mumpuni. Sejak dua tahun lalu alat perawatan untuk pesawat ini kita pikirkan. Tapi kalau dibutuhkan bisa langsung diterbangkan ke lokasi," katanya.

Agus melanjutkan, seluruh fasilitas tambahan juga sudah ada di Lanud Abd Saleh Malang. Tidak bisa kalau ditaruh di lokasi operasi. Misalnya ditaruh di perbatasan. Kalau sudah ada pangkalannya bisa langsung ditaruh di perbatasan. Karena pesawat ini memang cocok untuk wilayah perbatasan.

Secara terpisah, Marsekal Pertama TNI Gutomo, Dan Lanud Abd Saleh Malang menambahkan, untuk para pilot sudah dipersiapkan sebelum kedatangan pesawat. "Sejak 2 tahun lalu, para pilot Super Tucano sudah dididik kualitasnya. Para penerbang sudah disebar untuk meningkatkan kualitas penerbangan militer," pungkasnya. [air/yog]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar