KAB.TUBAN-Sep 16th, 2012-Mendulang Berkah Ditepi Pantai

Bookmark and Share

Penulis : Hanafi
JENU
seputartuban.com – Banyaknya pengunjung di area Mangrove Centre, membuat para pedagang berduyun-duyun datang untuk berjualan. Terlihat puluhan pedagang mulai dari penjual bakso, penjual minuman dingin, memadati area tempat nongkrong yang banyak pasangan muda-mudi ini.
Karmani (43), salah satu penjual bakso dikawasan tersebut menjelaskan bahwa, saat liburan hari minggu, banyak yang datang untuk berlibur. Bahkan tidak jarang dua sejoli yang sedang memadu kasih juga datang ditempat teduh di bawah pohon cemara. “Kalau pas hari minggu rame disini, jualan juga ikutan laris. Karena kalau duduk di sini pasti beli bakso, ” ujarnya.
Dalam sehari saja, dia mampu menjual pentol hingga 3 Kg, bila ditaksir dengan rupiah sebesar Rp. 200.000. Namun hasil kotor itu masih harus dipotong dengan biaya produksi sebesar Rp. 90.000, sehingga dalam sehari dia mampu memperoleh pendapatan bersih sebesar Rp. 110.000. “Sehari ya kadang Rp. 70.000, kalau rame ya Rp. 100.000, tergantung pengunjungnya,” tambahnya.
Ketua Mangrove Center, Ali Mansyur saat dikonfirmasi seputartuban.com, Minggu (16/09/2012) terkait banyaknya pengunjung dan pedagang yang datang di tempat tersebut menjelaskan bahwa penanaman pohon yang ada di bibir pantai utara Tuban memang disediakan untuk masyarakat umum. Selain untuk pencegahan abrasi air laut terhadap pasir pabntai. Namun justru banyak pohon dan kotoran sisa makanan yang tidak dibersihkan.
“Agar dapat dipergunakan dengan baik dan bisa menjaga kebersihan, karena ranting pohon banyak yang rusak, kadang kalau malam juga digunakan untuk mesum juga. Saya berharap Pemkab membantu untuk menertibkanya, agar tempat ini tidak disalah gunakan fungsinya, ” harapnya.
Sedangkan selama ini, pihaknya tidak pernah memungut sepeserpun dari pengunjung atau penjual. Dengan adanya kepedulian pantai ini diharapkan dapat mengurangi adanya abrasi. Dan setelah tumbuh pohonya, tidak berubah fungsi menjadi tempat mesum anak muda, sehingga niat mulai tidak dikotori para anak muda yang mesum.
Foto : Para penjual penthol saat menjajakan dagangannya

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar