KAB.TUBAN-23 September 2012-SG Siap Jawab Tantangan dengan Kerja Keras

Bookmark and Share


 
Minggu, 23 September 2012 07:00:13 WIB Reporter : Oryza A. Wirawan


Gresik (beritajatim.com)--Persaingan bisnis semen di Indonesia ke depan dipastikan makin keras. Sejumlah pemain baru mulai ancang-ancang masuk ke bursa bisnis semen di Indonesia. Realitas itu merupakan tantangan bagi Semen Gresik (SG) yang mesti dihadapi dan dijawab dengan kerja keras.

Hal itu dikatakan Dirut SG Dwi Soetjipto saat menyampaikan sambutan pada acara Celebration Nite dalam rangka HUT SG ke-55 di Wisma A Yani di Jalan Veteran Gresik, Jumat (21/9/2012) malam. "Tantangan ke depan itu makin keras, tapi insya Allah bisa kita jawab dengan kerja keras dan komitmen penuh karyawan serta keluarga besar SG untuk terus membesarkan korporasi ini," katanya.

Dari tahun ke tahun, kinerja SG terus menunjukkan performa jempolan. SG Group pada tahun 2013 memiliki kapasitas produksi semen sekitar 23 juta ton sampai 25 juta ton. Hal itu seiring mulai beroperasinya pabrik Tuban IV milik SG dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. Selain itu, pabrik Tonasa V kini dalam tahap penyelesaian akhir dan tak sampai akhir tahun ini, pabrik dengan kapasitas produksi 3 juta ton per tahun itu juga mulai berproduksi.

Di samping itu, SG merencanakan pembangunan pabrik baru di Padang dan di Kabupaten Rembang, Jateng. Rencana pabrik semen di Rembang juga berkapasitas produksi 3 juta ton per tahun dan didesain pada awal tahun depan dapat dilakukan ground breaking. "Selama ini kita bekerja bersama-sama untuk menjawab tantangan yang ada, syukur alhamdulillah kita bisa menghadapi tantangan dengan prestasi," tambahnya.

SG Group menguasai 40% lebih market share semen nasional. Seiring mulai beroperasinya pabrik Tuban IV dan akan berproduksinya pabrik Tonasa V, dipastikan tingkat market share SG di bisnis semen nasional makin meningkat. Kontribusi produksi pabrik Tuban IV diproyeksikan mampu meningkatkan market share SG di Pulau Jawa.

Dibandingkan dengan Indocement Tunggal Prakarsa (ITP), SG tertinggal beberapa persen tingkat share-nya dengan ITP di Pulau Jawa. Manajemen SG memprioritaskan produksi pabrik Tuban IV diorientasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar Jateng, DI Yogyakarta, dan Jatim. "Memang kita proyeksikan untuk memperkuat pasar kita di Jateng dan Jatim," kata Dwi pada kesempatan sebelumnya. [wir/air]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar