KAB.TUBAN-08 September 2012-Musim Kemarau, Truk Air Bersih Laris-Manis

Bookmark and Share

Sabtu, 08 September 2012 14:18:00 WIB
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Dampak dari musim kemarau panjang yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir ini di wilayah Tuban memberikan berkah tersendiri bagi para penjual air bersih.

Dengan menggunakan truk tangki, pada musim kemarau ini penjualan air bersih meningkat lebih dari 100 %, Sabtu (08/09/2012).

Hal tersebut sebagaimana dirasakan oleh sejumlah penjual air bersih dengan menggunakan mobil tangki yang ada di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, para penjual air mengaku setiap harinya mereka bisa menjual rata 13 tangki air bersih ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan. "Kalau tidak musim kemarau biasanya hanya bisa menjual antara 5 sampai 6 tangki saja, sedangkan kalau kemarau ini banyak warga yang membeli dan minta dikirim air. Setiap hari rata-rata 11 sampai 13 tangki," terang Sarmo, salah satu penjual air bersih yang ada di desa tersebut.

Dalam menjual air bersih dengan menggunakan mobil tangki tersebut mereka mengambil air dari sumber mata air yang berada di Desa Bektiharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban yang sumbernya masih sangat besar meski musim kemarau.

Setiap tangki yang berisikan 5000 liter air bersih tersebut, mereka menjual dengan harga Rp 50.000 hingga Rp 60.000 tergantung jarak yang ditempuh oleh para penjual air tersebut.

"Ini airnya biasa kita kirim ke desa-desa wilayah pengunugan yang sulit air. Untuk harganya kita tergantung jaraknya tempuhnya saja, kalau dekat ya murah kalau jauh ya kita sesuaikan dengan BBMnya," sambung sopir truk tangki tersebut.

Tak hanya di Desa Bektiharjo, peningkatan perminataan air bersih tersebut juga dirasakan oleh para penjual air bersih yang ada di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Mereka mengaku saat musim kamarau tahun ini mereka sangat kuwalahan melayani permintaan dari warga.

"Biasanya kalau pesanan lebih dari 12 kita juga harus lembur. Kalau tidak lembur kita tidak bisa untuk melayani permintaan warga," sambung Suwaji, salah satu pemilik tangki yang ada di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Tuban itu.[mut/ted]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar