KAB.TUBAN-01 September 2012-Gaji Tak Dibayar, Puluhan Warga Blokir Pabrik Es

Bookmark and Share

Sabtu, 01 September 2012 17:07:42 WIB
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Puluhan pekerja dari pabrik pembuatan es balok PT Mitra Samudra Utama (PT SMU) yang berada di Desa Purworejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban melakukan unjuk rasa di pabrik tersebut, dalam aksinya warga memblokir gerbang masuk perusahaan itu, Sabtu (01/9/2012).

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun beritajatim.com, puluhan warga yang merupakan mantan pekerja dari pabrik pembuatan es tersebut menuntut pembayaran gaji mereka selama bulan Agustus yang belum terbayar setelah para pekerja tersebut telah di PHK secera sepihak oleh perusahaan.

Dalam aksinya meminta pembayaran gaji dan pesangon bagi para karyawan yang telah di PHK secara masal tersebut puluhan warga tersebut memblokir pintu masuk perusahaan es tersebut dengan membentangkan sejumlah spanduk di gerbang pintu masuk.

Mereka terpaksa harus memblokir pabrik tersebut lantaran mereka sudah merasa sangat kesal dengan pihak perusahaan yang belum melakukan pembayaran terhadap gaji dan pesangon bagi mereka, tak hanya itu mereka juga pernah melakukan mediasi sebelumnya dengan pihak perusahaan tapi perusahaan hanya memberi janji saja. "Kami kecewa dengan sikap perusahaan selama ini, kita menuntut hak kami sebagai pekerja. Kami menuntut pihak perusahaan untuk membayar gaji kami dan pesangon," ujar Khoirun, koordinator dalam aksi tersebut.

Selain tidak membayar gaji bagi para karwayan yang telah dipecat tersebut, selama ini pihak perusahaan pembuatan es balok di wilayah tersebut juga tidak memberikan tunjangan lainnya seperti jamsostek, sedangkan untuk gaji bagi para karyawan masih dibawah UMR Kabupaten Tuban. "Mereka beralasa tidak membayar kami karena perusahaannya dijual kepada orang lain, tapi ternyata hanya dialihkan kepada anaknya saja. Setelah kami mendengar ini akan beroperasi kembali maka kami langsung melakukan aksi ini untuk menuntut hak-hak kami yang belum terbayar," sambungnya.

Sementara itu, puluhan warga yang merupakan mantan dari karyawan perusahaan tersebut akan melakukan pemblokir gerbang pintu masuk perusahaan itu hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Sejumlah petugas kepolisian yang berjaga dalam aksi itu berusaha meminta kepada warga untuk membuka akses pintu masuk perusahaan iti namun tidak digubris oleh warga. Selain itu tidak ada satupun perwakilan dari perusahaan yang mau untuk menemui massa yang melakukan aksi tersebut.[mut/ted]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar