EKONOMI-BI : Pelemahan Rupiah Karena Dolar AS Naik

Bookmark and Share

Oleh: Agustina Melani
Senin, 3 September 2012, 12:34 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai pelemahan rupiah karena faktor regional dengan dolar yang menguat. Penguatan dolar tersebut dinilai karena ada kebijakan baru pemerintah Amerika Serikat untuk mendorong ekonomi.

Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah, seusai membuka acara Pelatihan Kewirausahaan, Senin (3/9/2012)."Dalam satu minggu terakhir memang melemah tetapi sejalan dengan yang terjadi di regional. Pelemahan rupiah karena mata uang dolar menguat. Bank sentral Amerika Serikat mungkin mengeluarkan kebijakan baru untuk mendorong ekonomi sehingga investor tarik portofolio," tutur Halim.

Menurut Halim, pelemahan Rupiah juga bukan karena investor menarik portofolio dalam jumlah besar. Tetapi memang karena dolar yang menguat. "Minggu lalu hanya keluar US$500 juta. Surat Berharga Negara (SBN) sekitar Rp230 triliu masih dikuasai asing. Tidak seluruhnya investasi dalam jangka pendek," kata Halim.

Halim menambahkan, investor asing cenderung berinvestasi jangka panjang di SBN. Menurutnya, bila pelemahan rupiah karena penjualan SBN tentu BI harus melakukan langkah agar penjualan SBN tidak memicu pelemahan Rupiah. "Tahun 2008-2009 terjadi goncangan besar tetapi tidak sampai 50% investor keluar. Investor tersebut rata-rata jangka menengah panjang," tutur Halim.

Sekedar informasi, asing memegang SBN senilai Rp233,47 triliun pada 30 Agustus 2012. Selain itu, industri reksa dana memegang SBN senilai Rp47,23 triliun, asuransi sebesar Rp108,79 triliun, dana pensiun sebesar Rp34,53 triliun, perusahaan sekuritas Rp57 miliar, dan lainnya Rp56,04 triliun. Sedangkan bank memiliki SBN senilai Rp291,01 triliun pada 30 Agustus 2012. [[ast]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar