KAB.TUBAN-Warga Tuban Krisis Air Bersih Sudah 3 Bulan

Bookmark and Share

Kamis, 30 Agustus 2012 02:50:56 WIB
Reporter : M Muthohar

Tuban (beritajatim.com) - Musim kemarau yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir ini membuat kekeringan di wilayah Kabupaten Tuban semakin meluas. Situasi tersebut mengakibatkan sejumlah warga yang dilanda kekeringan semakin kesulitan mencari air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sepertihalnya yang dirasakan oleh warga dari Desa Sidonganti, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban. Ratusan warga dari desa tersebut harus rela menempuh jarak hingga lebih dari 3 kilometer untuk mendapatkan air bersih. Mereka mengambil air di satu-satunya sumber yang ada di desa tersebut yang saat ini masih ada airnya.

Menurut keterangan dari kepala desa tersebut, kondisi kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari tersebut sudah dirasakan oleh warganya selama 3 bulan terakhir ini. "Ini sudah terjadi sekitar tiga bulan warga kesulitan air bersih. Dan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, warga harus mengambil air di sumur yang lokasinya berjarak sekitar 3 kilometer," terang Ahmad, selaku Kepala Desa (Kades) Sidonganti, Kecamatan Kerek, Tuban, Rabu (29/08/2012).

Kepala desa menambahkan, kondisi kesulitan air bersih tersebut dipicu lantaran sejumlah sumur milik warga yang ada di desa tersebut kondisisudah banyak yang mengering akibat dari kemarau yang sudah terjadi selama kurang lebih 3 bulan terakhir ini. Sehingga warga terpaksa harus mencari di sumber yang masih mengeluarkan air.

Dari sejumla informasi dari warga, untuk mengambil air bersih di Sendang Socorejo, yang merupakan satu-satunya sumber air di desa tersebut para warga mengunakan sepeda motor maupun sepeda angin dengan membawa 2 hingga 3 jurigen sekali angkut karena jaraknya yang jauh dengan pemukiman warga itu.

Sementara itu, guna mengatasi masalah kekeringan dan kesulitan air bersih di sejumlah wilayah di Tuban, pemerintah Kabupaten Tuban mengaku telah menyiapkan 6 truk tangki untuk menyuplai air ke daerah yang mengalami kekeringan dan membutuhkan suplai air bersih.

"Dari pendataan dan laporan yang diterima Bakesbang Linmas, hingga saat ini baru ada dua wilayah Kecamatan yang benar-benar membutuhkan droping air. Yakni Kecamatan Grabakan dan Kecamatan Senori. Selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh Bakesbang Linmas untuk melakukan penanganan," jelas Joni Martoyo, Kabag Humas Pemkab Tuban.

Pihak pemerintah Kabupaten Tuban akan terus melakukan pendataan terhadap wilayah yang memang rawan kekeringan dan membutuhkan air bersih. Namun, dalam penanganan kekeringan ini pihak pemerintah lebih memprioritaskan daerah yang benar-benar membutuhkan terlebih dulu. [mut/but]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar