KAB.BOJONEGORO-Pengadaan Beras Bojonegoro Naik 300 Persen

Bookmark and Share


Foto dok.

Rabu, 29 Agustus 2012 21:17:49 WIB
Reporter : Tulus Adarrma

Bojonegoro (beritajatim.com) - Pengadaan pangan beras pada tahun 2012 sampai saat ini sudah mencapai 170.000 ton dari target pronogsa (penyusunan kebutuhan bahan pokok Masyarakat, red) 132.000 ton setara beras. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2011 yang hanya terealisasi sebesar 60.000 ton setara beras dari target pronogsa 105.000 ton.

Kepala Perum Badan Logistig (Bulog) Sub Divisi Regional (Divre) III Bojonegoro, Damin Hartono Roestam, menyatakan, dari jumlah 170.000 ton tersebut tersebar di tiga daerah, yakni Kabupaten Bojonegoro menyumbangkan sebesar 63.000 ton, Lamongan sebesar 51.000 ton, dan Tuban sebesar 56.000 ton.

"Kenaikan itu kalau dibanding tahun 2011 hampir 300 persen lebih," ungkapnya, Rabu (29/08/2012).

Sehingga dia menuturkan, jika dengan adanya kenaikan jumlah pengadaan pangan itu menjadi tantangan bagi Bulog Sub Divre Bojonegoro. Namun Dia menyayangkan jika penyimpanan stok beras hingga tahun 2014 nanti itu akan mengalami penurunan dari segi kualitas maupun kuantitas secara alamiah.

"Dengan setok yang begitu besar kita merasa bangga karena ini merupakan prestasi terbesar se-Indonesia. Tetapi ada masalah setok kita sampai tahun 2014. yang namanya beras disimpan secara alamiah akan mengalami penurunan baik itu kualitas maupun kuantitasnya," keluhnya.

Apalagi negara Tropis yang mempunyai tingkat kelembapan tinggi, memungkinkan beras menjadi bau apek dan rusak. Lanjut Damin, bukan hanya beras bulog saja, bahkan beras yang di jual dipasaran tidak menutup kemungkinan mencapai tiga bulan dua bulan sudah berubah warna menguning dan rusak. "Karena kadar airnya cukup tinggi dibanding beras bulog kadar airnya mencapai 14%," lanjutnya. [uuk/but]

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Posting Komentar