Apakah Stretch Mark?

Bookmark and Share
Stretch mark (tanda regangan) adalah guratan kulit berpola memanjang tidak beraturan. Garis-garis tersebut bervariasi panjangnya dari beberapa milimeter sampai belasan centimeter. Sebagaimana diketahui, kulit terdiri dari tiga lapisan utama:Squircle bellyphoto © 2005 Patrick Fitzgerald | more info (via: Wylio)
  • Epidermis: lapisan luar kulit yang melindungi bagian dalam tubuh dan terdiri dari lapisan sel datar.
  • Dermis: lapisan pendukung kuat di tengah yang memberikan kekencangan dan fleksibilitas kulit.
  • Subkutis atau hipodermis: lapisan dalam kulit yang terdiri dari jaringan lemak dan ikat.
Stretch mark terjadi ketika lapisan dermis teregang melebihi daya fleksibilitasnya dalam waktu singkat. Akibatnya, dermis pecah sehingga membentuk stretch mark. Stretch mark sebenarnya hanya kerutan kulit, hanya  lapisan dermis yang terpengaruh sedangkan lapisan epidermis di atasnya tetap utuh.
Stretch mark dapat hadir di mana saja pada tubuh Anda, tetapi yang paling lazim adalah di tempat-tempat di mana lemak tersimpan atau di bagian kulit yang sering teregang. Tempat yang paling umum adalah perut (terutama dekat pusar), payudara, lengan atas, lengan bawah, punggung, paha, pinggul dan pantat. Selain mengganggu penampilan, stretch mark tidak berisiko kesehatan.

Penyebab

Stretch mark biasanya disebabkan oleh pembesaran tubuh yang membuat kulit meregang. Hormon-hormon tertentu juga berperan dalam pembentukannya. Berikut ini adalah beberapa penyebab umum.
  • Kehamilan: selama kehamilan, dinding perut meregang untuk menampung rahim yang membesar. Stretch mark biasanya mulai terbentuk di trimester kedua kehamilan pada sekitar 50% ibu hamil.
  • Obesitas: kenaikan berat badan menyebabkan penumpukan lemak yang berlebihan sehingga meregangkan kulit.
  • Pubertas: selama pubertas, ada peningkatan simpanan lemak dan luas permukaan tubuh yang disebabkan oleh aktivitas hormon pertumbuhan. Sekitar 70% remaja putri berusia 10-16 tahun terpengaruh, sementara hanya 40% remaja putra berusia 14-20 tahun yang terpengaruh.
  • Sindrom Cushing: penyakit gangguan sekresi hormon adrenalin ini menyebabkan obesitas yang meregangkan kulit.
  • Binaraga: peregangan kulit diakibatkan oleh pembesaran ukuran otot.
  • Edema: edema adalah pengumpulan cairan di ruang antar sel yang dapat terjadi di semua bagian tubuh. Edema karena penyakit ginjal dan hati dapat meregangkan kulit perut.
  • Berat badan: kenaikan atau penurunan berat badan yang cepat.
  • Krim atau lotion kortikosteroid: obat-obatan kortikosteroid yang digunakan untuk mengurangi peradangan di kulit dapat mengurangi jumlah kolagen di kulit. Kolagen adalah sejenis protein di dermis yang diperlukan untuk menjaga kelenturan kulit. Kekurangan kolagen meningkatkan risiko pembentukan stretch mark.
  • Lain-lain: semua kondisi yang menghambat hasil sintesis kolagen di kulit.

Pengobatan

Kerutan stretch mark cenderung memudar sendiri dari waktu ke waktu. Pada remaja, pengobatan stretch mark tidak diperlukan karena pada akhirnya akan menghilang sepenuhnya. Beberapa pengobatan berikut dapat mempercepat proses pemudaran stretch mark:
  • Krim dan salep. Ada banyak krim dan salep yang mengklaim dapat menghilangkan stretch mark. Obat-obatan kulit itu mahal dan umumnya tidak menghilangkan stretch mark sepenuhnya. Bahan aktif yang digunakan antara lain adalah sintetis vitamin A (retinol) yang bekerja menghambat degradasi kolagen di dermis.
  • Terapi laser. Teknik laser yang disebut fractional laser resurfacing digunakan untuk membuat luka mikroskopis di kulit sehingga memancing pembentukan kolagen dan epidermis. Efektivitas terapi laser yang mahal ini juga masih belum diyakini sepenuhnya dan seringkali hanya memberikan perbaikan sementara dan tidak menghilangkan stretch mark sepenuhnya.
Pengobatan tradisional dengan krim lidah buaya, vitamin E, minyak biji mete, minyak lavender dll banyak dianjurkan untuk perawatan stretch mark. Namun, efektivitasnya diragukan.

Pencegahan

Cara terbaik untuk menghadapi stretch mark adalah mencegahnya. Stretch mark dapat dicegah dengan menghindari terjadinya peregangan kulit dan defisit kolagen:
  • Selama kehamilan, gunakanlah stagen di sekitar perut untuk mendukung beban rahim. Usahakan untuk mendapatkan kenaikan berat badan dalam rentang yang dianjurkan dan secara bertahap.
  • Hindari perubahan berat badan yang drastis dan pertumbuhan otot yang berlebihan.
  • Jangan menggunakan obat-obatan kulit kortikosteroid dalam waktu lama. 
sumber

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar